Tuesday, 5 February 2008

(2) Saya

Setelah kata anda, penulis ingin memberi ulasan tentang kata saya. Saya erat kaitannya dengan kata sahaya yang berarti hamba, budak, atau pelayan (Inggris: slave, servant). Dalam cerita-cerita lama sering kita jumpai dialog antara raja dan bawahannya, misalnya ponggawa, atau rakyat jelata, sebagai berikut:

Raja: ”Bukankah sudah aku perintahkan kamu agar kamu menyembahku?”
Ponggawa: ”Saya, Paduka Yang Mulia”.

Saya yang terakhir ini artinya ya. Tapi kadang juga jawabannya sebagai berikut:
Ponggawa: ”Hamba, Paduka Yang Mulia”.

Dari uraian ini terlihat bahwa kata saya memberi kesan menempatkan diri si pembicara sebagai bawahan atau mempunyai kedudukan yang lebih rendah dari lawan bicaranya. Dalam praktek kita sehari-hari ternyata kesan ini sudah tidak terasa lagi. Meskipun demikian, orang sering menggunakan kata saya ketika baru berkenalan atau memberi kesan formal. Namun, tidak jarang pula ketika orang sedang marah juga menggunakan kata saya, misalnya:
”Tadi ’kan saya sudah bilang, kamu jangan melanggar perintah lagi!”, yang memberi kesan si pembicara berada pada posisi lebih tinggi.
Sebagai padanan kata saya, orang sering memakai kata aku. Dewasa ini kata aku sudah lebih sering digunakan dalam pembicaraan informal. Lihat contohnya di sinetron-sinetron, terutama yang menyangkut kalangan muda-mudi. Menurut pengalaman penulis, kata aku jarang digunakan dalam pergaulan sehari-hari pada tahun 70-an, meskipun aku sudah ada sejak jaman sebelum republik ini berdiri.
Kalau kita lihat asal-usulnya, kata aku memang ada dalam bahasa daerah di Jawa maupun Sumatera. Sementara itu, di daerah Jawa Barat digunakan kata abdi (yang juga bersifat merendah) dan kuring atau sim kuring (sengaja suku kata ku ditulis miring) sebagai padanan kata saya. Dan di daerah Maluku, orang menggunakan beta, dan kadang digunakan juga oleh orang selain mereka di dalam situasi tertentu, misalnya dalam acara lawakan.
Adakah kata lain sebagai padana kata saya? Penulis yakin ada di dalam bahasa daerah lainnya, namun kurang kita kenal.
Eh, ternyata panjang juga ya cerita tentang saya ini?

Salam,
Ika

No comments: